ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

Istilah “Artificial Intelligence” atau AI adalah istilah yang sering digunakan orang saat ini. Pendidikan kecerdasan buatan memiliki banyak manfaat, seperti menghemat sumber daya manusia (SDM), mengurangi kesalahan, membantu pengotomatisan pekerjaan, dan menyelesaikan tugas lebih cepat, sehingga aplikasi ini sering digunakan di tempat kerja.

AI pasti akan sangat membantu pendidikan di Indonesia, terutama selama pandemi saat ini yang menuntut pembelajaran daring. Adanya AI juga akan meningkatkan peluang ilmu pengetahuan karena masyarakat dapat mendapatkan informasi dari berbagai sumber secara tidak terbatas. AI juga dapat mempermudah sistem belajar mengajar yang ada di Indonesia karena dapat menghemat waktu dan biaya dengan membuat aktivitas atau kinerja lebih efisien dan efektif.

Apa Itu Artificial Intelligence ?

John McCharty dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) pertama kali menggunakan istilah kecerdasan buatan (AI) pada tahun 1956. Dia mengatakan bahwa AI adalah proses memodelkan cara berpikir manusia dan mendesain suatu mesin agar dapat berperilaku seperti manusia. Istilah AI juga mencakup tugas kognitif, yaitu bagaimana mesin dapat belajar secara otomatis dari data dan informasi yang telah diprogramkan sebelumnya.

Manfaat Artificial Intelligence

  1. Meminimalisir Kesalahan Manusia

Sama seperti robot buatan manusia lainnya. AI dimaksudkan untuk membantu manusia menghemat energi dan waktu. Seperti penerjemahan, pengecekan gramatikal, dan pekerjaan profesional lainnya di bidang otomotif. AI akan memperbaiki dan menyarankan kesalahan Anda.

Ingat bahwa saran penulisan dapat muncul di layar gawai atau komputer saat Anda salah mengetik. Mobil tanpa pengemudi telah muncul di industri otomotif. Jadi, AI yang memiliki fitur sensor keamanan perjalanan harus digunakan.

Selain itu, terbatasnya waktu manusia akan menyebabkan pekerjaan tertunda jika beban harian yang diberikan cukup banyak, membuatnya membosankan, dan sulit. Dalam hal ini, AI akan membantu dengan tugas yang berulang, sehingga produktivitas Anda terus dicatat secara aktif.

  1. AI Meningkatkan Produktivitas Bisnis

Kegiatan layanan pelanggan (CS) adalah contoh produktivitas bisnis yang sering menggunakan kecerdasan AI. Para pekerja CS kewalahan menghadapi banyak pelanggan yang datang dengan berbagai masalah bisnis, sehingga mereka harus mengingat dan memahami semua solusi dalam beberapa menit.

Selain itu, semua pelanggan membutuhkan kecepatan balas yang cepat. Penggunaan AI chatbot dirancang untuk menyerupai bahasa alami manusia yang responsif untuk membantu dalam pekerjaan ini. Pencatatan finansial bisnis mudah dilakukan secara instan, mulai dari penjualan produk hingga barang yang diterima pelanggan.

  1. Menunjang Proses Pembelajaran

Sejak pandemi COVID-19 datang, AI telah digunakan secara signifikan di Indonesia. Salah satu dapat menguraikan pendidikan yang efektif untuk memastikan bahwa siswa memperoleh pengetahuan yang memadai. Proses pembelajaran ini biasanya bergantung pada fitur Google seperti Google Assistant. Anda bisa meminta fitur mic untuk melihat fitur canggih Google. Gunakan mikrofon pada keyboard perangkat dengan bahasa formal, jika Anda malas mengetik berpuluh-puluh lembar.

  1. Mengirit Sumber Energi Manusia

Untuk menjalankan roda ekonomi dan kebutuhan diri, diperlukan sumber energi manusia. Apa jadinya jika AI mengambil peran manusia? Seringkali, AI menyebabkan orang kehilangan pekerjaan atau kesempatan kerja, seperti dalam kasus penggunaan chatbot customer service. Tetapi AI tidak dibuat untuk kemampuan manusia. Secara logis, manusialah yang membuat teknologi canggih ini.

  1. Penelitian dan Analisis Data

Teknologi pembelajaran mesin AI diperlukan untuk penelitian dan analisis data. Selain itu, data yang terdiri dari angka dan kode yang rumit Anda dapat menggunakan AI untuk membuat presentasi dan algoritma. Selanjutnya, AI akan membuat prediksi dengan hasil potensial.

  1. Andalan di Dunia Kesehatan

Dunia kesehatan membutuhkan diagnosa pasien yang menunjukkan tanda-tanda tertentu. Dengan demikian, dokter dapat menghemat waktu dengan fokus pada biaya pasien. Menggunakan machine learning seperti dalam dunia pendidikan, AI akan menemukan pola indikator yang telah diatur dengan menggunakan dataset yang besar. Antara lain, mereka memantau riwayat medis pasien, melakukan konsultasi digital, dan memberikan resep obat terbaik.

Contoh Penerapan Artificial Intelligence

Berikut 7 contoh penerapan Artificial Intelligence dalam Pendidikan:

  1. Mentor Virtual

Saat ini, AI telah digunakan secara signifikan pada berbagai platform teknologi pendidikan, terutama yang berbasis daring, seperti mentor virtual.

AI dapat memberikan umpan balik tentang latihan dan aktivitas belajar siswa dan kemudian menyarankan materi yang harus dipelajari kembali seperti seorang guru atau tutor.

Blackboard, alat yang banyak digunakan di perguruan tinggi di Eropa dan Amerika, adalah salah satu contoh aplikasinya. Banyak guru menggunakan alat AI ini untuk mempublikasikan kuis, pekerjaan rumah, catatan, dan tes, yang memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan dan tugas selama proses penilaian.

Alat ini dapat menemukan alasan siswa tidak memahami dan menawarkan solusi yang telah diprogramkan dan dirilis oleh guru. Secara mandiri, sistem kecerdasan buatan ini akan belajar dan memperbarui datanya sesuai dengan kebutuhan dan kesulitan siswa.

Konsep blackboard sebenarnya berasal dari papan tulis konvensional yang ada di setiap ruang kelas dan ruang diskusi. Blackboard berfungsi sebagai pusat dan media untuk menyampaikan informasi materi dari guru kepada siswa dan juga menjadi tempat diskusi, pemecahan masalah, dan pemahaman baru. Blakboard AI bekerja dengan cara ini: mengembangkan solusi dan memecahkan masalah secara kooperatif.

  1. Voice Assistant

Teknologi AI ini mirip dengan mentor virtual. Sementara Voice Assistant lebih bergantung pada suara untuk berkomunikasi dan berinteraksi, itu adalah salah satu teknologi AI yang paling populer dan digunakan di banyak bidang, termasuk pendidikan. Asisten suara umum termasuk Google Assistant, Siri, Apple Siri, dan Cortana, antara lain. Dengan hanya berbicara atau menyebutkan kata kunci, murid dapat menggunakan Voice Assistant untuk mencari informasi, seperti referensi soal, artikel, buku, dll.

Setelah itu, asisten virtual akan menampilkan informasi yang perlu dicari sesuai dengan kata kunci yang disebutkan sebelumnya. Selain menyajikan informasi dalam bentuk gambar dan teks, Voice Assistant juga dapat berbicara dan memberikan penjelasan seperti asisten pribadi.

Ini memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri tanpa khawatir akan mengalami kebingungan bahkan tanpa bantuan guru atau tutor karena asisten virtual dapat menyampaikan informasi yang tidak jelas dengan suara.

Saat ini, beberapa platform Edutech menggunakan teknologi Voice Assistant untuk membantu siswa menemukan konten dan materi dengan lebih cepat dan efisien.

  1. Smart Content

Merupakan teknologi kecerdasan buatan yang memungkinkan penyebaran dan pencarian konten buku dan materi digital yang telah dirpogram secara virtual dengan lebih cepat dan mudah. Teknologi ini banyak digunakan di perpustakaan digital saat ini, baik di sekolah, perguruan tinggi, maupun perpustakaan umum.

AI dapat menemukan dan mengkategorikan buku dengan cepat dan terstruktur. Selain itu, Anda akan diberikan rekomendasi untuk buku dan materi lain yang terkait dengan tujuan pencarian Anda.

Salah satu teknologi konten pintar yang sudah digunakan adalah Cram101, yang dapat membagi buku teks digital menjadi beberapa bagian khusus. untuk membuat buku tersebut terdiri dari ringkasan bab, tes, dll. Ini bermanfaat karena memungkinkan pengguna mencari informasi yang lebih khusus sesuai kebutuhannya.

Bahkan teknologi yang lebih kompleks dan canggih dikenal sebagai Netex Learning menawarkan pelatihan virtual, workshop, dan fitur lainnya. Platform ini akan menyediakan berbagai jenis media, termasuk buku, video, dan pelatihan virtual, untuk membantu Anda menemukan apa yang Anda cari atau butuhkan.

  1. Presentation Translator

Teknologi ini bergantung pada suara seperti Voice Assistant. Presentation Translator hanya dapat menjelaskan atau mempresentasikan teks dari berbagai bahasa ke dalam bahasa yang Anda pilih.

Dengan demikian, pengguna hanya dapat mendengarkan berbagai macam artikel, pidato, atau buku digital tanpa membaca. Dengan AI Speech Recognition ini, pengguna dapat mendengar dalam bahasa ibu mereka dengan lebih mudah dan cepat. Mereka dapat membaca dan memahami jurnal, artikel, dan buku dalam bahasa apa pun.

Teknologi ini juga bermanfaat bagi orang yang memiliki keterbatasan bahasa dan penglihatan, sehingga banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Bahkan menjadi salah satu fitur wajib smartphone saat ini, “Voice Control”.

Anda sekarang juga dapat mengetik dengan suara (voice typing), yang dapat membantu Anda mengetik teks yang cukup panjang. Anda hanya perlu berbicara, dan aplikasi Anda akan secara otomatis mengetik kalimat tersebut menjadi teks.

  1. Global Courses

Teknologi kecerdasan buatan ini telah digunakan secara signifikan dalam banyak bidang, seperti pendidikan. Dengan Global Courses, pengguna atau siswa dapat mencari dan mengikuti kursus dari seluruh dunia. Sesuai kata kunci yang sudah Anda masukkan sebelumnya, platform kursus dapat menawarkan rekomendasi yang sesuai dengan minat dan ketertarikan Anda.

Saat ini, ada banyak kursus gratis dan terbuka yang dapat Anda coba, dengan banyak fitur dan konten yang menarik, interaktif, dan terorganisir.

Kursus seperti Udemy, Google AI, Alison, Khan Academy, Duolingo, dan lainnya menggunakan AI.

Kursus yang menggunakan teknologi AI memiliki fitur personalisasi yang memungkinkan Anda mendapatkan pemberitahuan tentang kemajuan kursus, materi yang perlu dipelajari, akumulasi tes, total nilai, rekomendasi kursus yang relevan, dan banyak lagi.

  1. Automatic Assessment

Saat ini, AI banyak digunakan untuk keperluan asesmen dan koreksi soal otomatis secara online. Fitur seperti ini membuat persiapan dan pelaksanaan kuis dan ulangan menjadi lebih mudah dan praktis bagi guru. Tidak perlu lagi untuk guru dan tutor membuat dan mengoreksi soal secara manual.

Sesuai dengan instruksi yang sudah diprogramkan, sistem AI dapat bekerja sendiri dan belajar dari kebiasaan pengguna atau siswa. Bahkan, sistem AI dapat menyarankan materi apa yang harus dipelajari lagi dan lainnya berdasarkan apa yang telah mereka lakukan.

Fitur pembuatan kuis dan koreksi otomatis yang disediakan oleh platform kejarcita adalah beberapa contoh penggunaan evaluasi otomatis.

Dengan fitur ini, guru dapat membuat kuis dan ulangan dengan mudah dan efektif. Hanya tugas guru untuk memilih jenis mata pelajaran, jenjang, dan jumlah masalah, tingkat kesulitan, dan opsi lainnya. Setelah itu, guru hanya perlu memberi murid link kuis untuk langsung dikerjakan secara online.

Secara otomatis, akun guru dapat menerima hasil kuis siswa. Ada pembahasan, daftar soal yang salah dan yang benar, dan skor. Bayangkan saja guru tidak lagi perlu mengoreksi dan menilai kuis dan ulangan siswa secara manual. Sistem kecerdasan buatan telah melakukan semua ini.

  1. Personalized Learning

Pengguna teknologi ini sudah cukup banyak. Sebenarnya, personalisasi belajar mirip dengan jenis teknologi AI lainnya karena memungkinkan siswa atau pengguna mendapatkan layanan yang mirip dengan asisten pribadi.

AI akan mengumpulkan data tentang aktivitas belajar pengguna dan kemudian menawarkan solusi pembelajaran alternatif yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. AI juga akan belajar untuk mengoptimalkan cara pengguna belajar agar proses belajar lebih baik dan lebih efektif. AI juga akan memberikan rekomendasi konten, memberi tahu pengguna tentang jadwal belajar mereka, dan berbagai tugas penting lainnya.

Sekolah Khan Academy, Duolingo, Ruanguru, dan lainnya telah menggunakan pembelajaran berpusat.

Teknologi kecerdasan buatan telah meningkatkan kualitas dan membuat pola pembelajaran lebih praktis dan efektif.

Bill Gates, pendiri Microsoft juga percaya bahwa pemanfaatan AI dalam bidang pendidikan dapat membantu memperbaiki proses pendidikan dalam berbagai aspek.

Selain itu, banyak penelitian dan implementasi yang telah dilakukan oleh berbagai platform Edutech menunjukkan bahwa penerapan AI dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran secara signifikan.

Namun, perlu diingat bahwa teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran guru jika hanya berfungsi sebagai alat. Misalnya, hal-hal afektif dan moral yang melibatkan perasaan dan psikologi hanya dapat dilakukan oleh guru. Oleh karena itu, AI seharusnya dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi fungsi dan kapasitasnya, tetapi pada saat yang sama, peran guru harus tetap diprioritaskan sehingga sesuai dengan tujuan utama pendidikan, yaitu memanusiakan manusia, pendidikan dapat bertahan dan bertahan selamanya.

Sumber

  1. Devi Oktavia, https://student-activity.binus.ac.id/himtri/2021/11/22/implementasi-ai-pada-pendidikan-di-indonesia.
  2. Afandi madjid, https://blog.kejarcita.id/7-penerapan-penting-artificial-intelligence-dalam-pendidikan/
  3. Alfi Muna Syarifah, https://tekno.tempo.co/read/1733730/6-manfaat-artificial-intelligence-dalam-kehidupan-manusia